Postingan

We are the B

B. Kau tahu apa itu B? Ya, B adalah huruf kedua setelah huruf A. B tidak dibawah, tetapi ia tidak bisa menjadi yang teratas. B adalah nomor 2, sedangkan A adalah nomor 1. B, kami adalah B. Yang selalu menatap punggung A dan berharap bisa menjadi A. Tapi, apapun yang terjadi, kami tetaplah B. Kami tidak tahu mengapa kami bisa dalam posisi ini? Tapi kami tahu ini bukanlah takdir. Terkadang kami rapuh seperti arang, yang tinggal menunggu menjadi abu.   Tapi kami masih memiliki mimpi, mimpi   yang ingin kami capai suatu hari nanti. Mimpi menjadikan kami lebih kuat. Kami tidak akan menyerah. Orang berkata kami tetaplah B, walaupun pada dasarnya kami tidak memiliki bakat, kami akan berjuang, karena kerja keras selalu mengalahkan bakat. Bakat adalah suatu keistimewaan dalam dirimu, sedangkan kerja keras adalah usaha yang kau buat demi mencapai tujuanmu. Walaupun kau punya bakat, tetapi kau tidak bekerja keras, bakatmu akan hilang dan terkubur. Begitupun sebaliknya, itulah h...

Congratulation, You're So Amazing!

       "Apakah aku bisa mengambil sebuah keputusan?"        "Keputusan apa? Aku tidak mengerti?"        "Bisakah kita beristirahat sebentar?"        "Apa?!" ***    Tzuyu berlari mengejar bus terakhir yang akan mengantarnya pulang. Ia menyesal telah tertidur sebentar di halte, padahal sudah malam, dan akibatnya ia hampir ketinggalan bus terakhir. Tzuyu mengambil kursi paling belakang, agar dapat kembali melanjutkan tidurnya yang tertunda dengan nyaman. Namun ia melihat seseorang yang sepertinya tak asing baginya.        "Shinwa-" Ujar Tzuyu dengan memicingkan mata dan menjuk jarinya ke arah orang tersebut.        "Ohh Tzuyu, apa yang kau lakukan disini?" Shinwa menjawab dengan senyuman khas nya. Seraya menyuruh Tzuyu mengambil kursi disebelahnya.        "Tentu saja aku akan pulang. Kau sendiri? Sudah lama aku tak melihatm...

Siapa Wanita Terhebat?

       Suatu hari, aku melihat. Melihat apa yang ingin kulihat. Aku menatap dunia yang ada di hadapanku. Aku menatap butiran air yang mengalir dari sebuah mata. Aku menatap bibir yang tersenyum dari seorang wanita. Hari itu aku belum bisa berpikir. Aku ingin berbicara, tentang dimana aku? Siapa aku? Tapi yang keluar hanyalah tangisan. Dan aku disuguhkan cairan putih yang sangat lezat, atau bahkan minuman terlezat yang pernah ada. Rasanya luar biasa, sehingga aku pun terlelap.        Aku sudah berumur satu tahun. Badanku sudah bisa aku gerakkan dan mengikuti apa yang aku mau. Contohnya, telungkup. Setiap hari wanita yang tersenyum sekaligus menangis disaat aku lahir menggendongku. Ia menimang dengan sayang. Terkadang ia juga mengajakku berbicara, tetapi aku tidak mengerti, sehingga nada lembutnya membuatku senang dan tertawa. Ketika umurku menjadi dua tahun, kaki ku mulai bergerak untuk menopang tubuhku. Rasanya berat sekali saat pertama mencoba....
IT'S NOT MY TURN      Ada hari-hari dimana kita mendapat suatu pengalaman yang berat. Namun, tetap gagal walaupun sudah mencoba. Mungkin penyebabnya adalah, kau yang terlalu memaksakan diri, atau kau yang terlalu berharap. Biar bagaimanapun, hal itu harus kau nikmati, bukan paksakan. Karena kita selalu menduga-duga, padalah pada akhirnya yang kau anggap berhasil, akan gagal. ***      " Kami sudah memilih kalian, jadi lakukanlah yang terbaik. Selamat berjuang." Tiba-tiba aku teringat perkataan itu. Waktu itu aku tidak bisa berpikir apapun, karena aku terlalu bahagia. Ya, itulah awal perjuanganku untuk meraih gelar Paskibaraka. Kenapa? Singkat saja, karena Paskibraka itu menarik. Bukankah kau akan selalu mengejar apapun yang membuatmu tertarik?      Tapi, perjuanganku untuk tahun ini telah berakhir. Aku dikalahkan oleh fisik, dan pastinya tahun ini aku tak akan mendapatkan gelar itu. Apakah aku kecewa? Kau pasti tahu jawabnnya. Ak...

Kasih Allah

KASIH ALLAH      “Allahu akbar, Allahu akbar…” Panggilan indah itu telah menjemput. Namun Wulan masih tetap diam di tempatnya. Ia eggan beranjak, walaupun Sang Pencipta sudah sangat antusias memanggil hamba-Nya untuk segera menunaikan kewajibannya. Wulan masih duduk di depan layar monitor mengerjakan tugasnya yang hampir deadline. Ia berpikir, mungkin tanggung bila ditinggalkan karena sebentar lagi tugasnya akan selesai. Tanpa sengaja, Wulan memencet tombol close, karena panik Wulan langsung menekan tombol ‘yes’. Untunglah sudah tersimpan. Wulan menghembuskan napasnya perlahan, kemudian kembali melanjutkan aktivitasnya tadi.      Ditengah kesibukannya itu, ia memandang jam. Ah rupanya sudah jam 4. Setengah jam sudah dari Adzan Ashar tadi. Namun ia masih tak beranjak dari tempatnya, tetap pada pendiriannya untuk mengerjakan tugas. Namun selama setengah jam ini, Wulan hanya menulis beberapa baris yang 5 menit saja sudah terangkai. Konsentr...