SEBATANG POHON KENANGAN Bel pertanda pulang sekolah berbunyi. Perasaan gembira mulai bergerilya di hati para murid. Memang itu adalah suatu adat yang sudah ada dari zaman dahulu, bahwa bel pulang sekolah adalah awal dari kebahagiaan. Itu sih menurutku. Tapi aku memang benar-benar merasakannya. Aku berjalan menuju parkiran dan mencari kendaraanku. Semester akhir di sekolah memang memberatkan. Setelah ini kami kelas 12 harus menjalani les yang sangat membosankan. Aku dengan cepat mengambil kendaraanku dan bergegas pulang. Namun di tengah jalan, aku memutuskan untuk mampir ke sekolah lama ku. SMP ku tepatnya. Akhirnya aku berputar balik dan melepas gas menuju ke sana. Sudah sepi rupanya. Hanya ada satpam baru yang tidak ku kenal, dan penjaga sekolah, juga beberapa murid yang menunggu jemputannya. Aku segera masuk ke area sekolah. Tujuan utamaku hanya mencari pohon. Ya, pohon yang berisi begitu banyak kenangan. Disanalah aku dan teman-teman m...
Postingan
Cerpen Pengalaman : Suara Sang Imam
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Hari Sabtu kegiatan belajar mengajar diliburkan, semua itu dikarenakan kabut asap yang kian tebal. Usai sholat Dzuhur, aku dikabarkan temanku bahwa latihan paskibra ditambah menjadi tiga hari, yaitu Senin, Rabu, dan Sabtu. Aku terkejut, kupikir jika sekolah libur maka kegiatan eskul akan diliburkan pula. Tapi sudahlah, dari pada aku hanya makan saja dirumah, lebih baik aku latihan. Pukul setengah dua aku sudah disekolah. Hanya ada aku dan gadis yan tidak ku ketahui namanya. Aku tersenyum memandangnya. Karena kulihat dia sedang menelepon, aku mgambil HP dan memfoto pohon rindang di depanku, lalu menguploadnya. Lima menit lagi latihan dimulai. Ah- malas sekali rasanya latihan. Aku sungguh mengantuk. Dan saat itu kulihat senior berbaju merah turun ke lapangan. Tidak! Ayolah, jangan sekarang! “Paskibra SMA Negeri enam Kota Jambi. Dalam hitunga kesepuluh sudah berada di depan saya. Satu, dua, tiga-“ Tidak lagi! ...
Cerpen Pengalaman : Antusiame Kemerdekaan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Beberapa minggu lalu,disekolahku ada pemilihan anggota paskibra. Kegiatan itu dilakukan dalam rangka menyambut kemerdekaan Indonesia yang ke-70. Aku sendiri sangat antusias, karena sudah menjadi hobiku mengikuti kegiatan outdoor. Di hari pertama latihan, aku dimasukkan dalam pasukan delapan. Namun, esoknya berganti lagi. Jadi begitulah seterusnya. Dari empat lima, ke delapan, lalu ke empat lima lagi, dan akhirnya mantap di tujuh belas. Memang perasaan kecewa itu ada. Bayangkan saja, betapa gembiranya aku ketika berada di pasukan inti, dan tiba-tiba dipindahkan ke pasukan lain. Namun, seorang senior berkata padaku. " Ingat, kita itu paskibra! Paskibra itu satu! Layaknya burung Garuda. Tujuh belas adalah sayap kanan, empat lima adalah sayap kiri, dan delapan adalah badan. sedangkan tanpa sayap, burung Garuda tak akan pernah bisa terbang!" Dari situ aku mulai sadar. Jangan terlarut dalam kekecewaan. Paskibra itu satu! Kalau bagus untuk kita ...